اهلا وسهلا بحضوركم برك الله

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Senin, 03 Juni 2013

penelitian siwak

 
 

obserfasi  tentang Manfaat Siwak

Sebuah penelitian di Saudi Arabia pada tahun 2003 membandingkan penggunaan miswak/siwak dengan menyikat gigi seperti biasa. Pada akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa, “menyikat gigi dengan miswak lebih efektif daripada menyikat gigi biasa, yaitu untuk mengurangi plak dan gingivitis (radang gusi) apabila didahului dengan petunjuk pemakaian yang baik dan digunakan dengan benar. Miswak tampak lebih efektif daripada sikat gigi untuk menghilangkan plak dari daerah V di pertemuan antar gigi, sehingga meningkatkan kesehatan interproksimal (area pertemuan antar pangkal gigi).” Lebih jauh lagi, riset-riset di Saudi Arabia juga menemukan efek-efek positif siwak terhadap sistem kekebalan tubuh.
Penelitian secara lebih ekstensif juga telah dilakukan oleh Dr. Rami Muhammad Diabi terkait dengan efek positif siwak, terutama efek anti–kecanduan yang cukup bermanfaat bagi perokok, yaitu berfungsi sebagai langkah untuk penyembuhan dan pencegahan kecanduan rokok. Penelitian lain menunjukkan bahwa siwak memiliki efek-efek pengendali plak yang dapat menandingi unsur anti plak yang terbukti paling baik mengontrol plak, yaitu chlorhexidine gluconate (CHX).
Perusahaan Wrigley (produsen permen mint) pernah menyelenggarakan studi terhadap siwak yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry. Studi tersebut menemukan bahwa mint yang dicampur dengan ekstrak siwak ternyata berfungsi 20 kali lebih efektif untuk membunuh bakteri dibandingkan dengan mint. Setelah setengah jam, mint yang dicampur ekstrak siwak membunuh sekitar 60% bakteri penyebab bau mulut sedangkan mint hanya mencapai 3,6%.
Nampaknya, pengakuan atas manfaat siwak akan terus dibuktikan melalui penelitian demi penelitian, baik di negeri Barat maupun di Timur, sebagaimana WHO telah merekomendasikan penggunaan siwak sejak tahun 1986. Namun sebagai seorang muslim, cukuplah tujuan terpenting kita dalam menggunakan siwak adalah untuk mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk mencapai ridla Allah Subhanahu wa Ta’ala, di samping pengetahuan kita terhadap manfaat-manfaat tadi, dan dengan senantiasa meyakini bahwa setiap syariat Islam pasti mengandung sekian banyak hikmah yang indah yang tidak terbantahkan oleh siapapun.
Kandungan Kimia Batang Kayu Siwak
Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :

  • Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
  • Kandungan kimia, seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
  • Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Menurut laporan Lewis (1982), penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava (1990) ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.
Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar